Monday, November 5, 2018

TREND INTERNET OF THINGS DALAM PEMBELAJARAN KIMIA


INTERNET OF THINGS

Pengertian Internet of things

Gambar 2.1. Internet of things akan mengubah dunia

Interaksi antara manusia dengan manusia sudah sangat biasa sejak zaman dahulu kala. Interaksi antara manusia dengan mesin sudah biasa pula, sejak adanya penemuan teknologi seperti komputer atau gadget devices lainnya. Namun, pernahkah Anda bayangkan bagaimana jika mesin bisa berinteraksi dengan mesin?
Inilah yang disebut dengan internet of things. Mari kita pelajari lebih lanjut! Menurut analisa McKinsey Global Institute, internet of things adalah sebuah teknologi yang memungkinkan kita untuk menghubungkan mesin, peralatan, dan benda fisik lainnya dengan sensor jaringan dan aktuator untuk memperoleh data dan mengelola kinerjanya sendiri, sehingga memungkinkan mesin untuk berkolaborasi dan bahkan bertindak berdasarkan informasi baru yang diperoleh secara independen. Sedangkan menurut Wikipedia, internet of things adalah interkoneksi yang unik antara embedded computing devices dalam infrastruktur internet yang ada. Sebuah publikasi mengenai Internet of things in 2020 menjelaskn bahwa internet of things adalah suatu keadaan ketika menda memiliki identitas, bisa beroperasi secara intelijen, dan bisa berkomunikasi dengan sosial, lingkungan, dan pengguna. Dengan demikian, dapat kita simpulkan bahwa internet of things membuat kita membuat suatu koneksi antara mesin dengan mesin, sehingga mesin-mesin tersebut dapat berinteraksi dan bekerja secara independen sesuai dengan data yang diperoleh dan diolahnya secara mandiri. Tujuannya adalah untuk membuat manusia berinteraksi dengan benda dengan lebih mudah, bahkan supaya benda juga bisa berkomunikasi dengan benda lainnya.
Teknologi internet of things sangat luar biasa. Jika sudah direalisasikan, teknologi ini tentu akan sangat memudahkan pekerjaan manusia. Manusia tidak akan perlu lagi mengatur mesin saat menggunakannya, tetapi mesin tersebut akan dapat mengatur dirinya sendiri dan berinteraksi dengan mesin lain yang dapat berkolaborasi dengannya. Hal ini membuat mesin-mesin tersebut dapat bekerja sendiri dan manusia dapat menikmati hasil kerja mesin-mesin tersebut tanpa harus
repot-repot mengatur mereka.
Cara kerja dari internet of things cukup mudah. Setiap benda harus memiliki sebuah IP Address. IP Address adalah sebuah identitas dalam jaringan yang membuat benda tersebut bisa diperintahkan dari benda lain dalam jaringan yang sama. Selanjutnya, IP address dalam benda-benda tersebut akan dikoneksikan ke jaringan internet. Saat ini, koneksi internet sudah sangat mudah kita dapatkan.
Dengan demikian, kita dapat memantau benda tersebut bahkan memberi perintah kepada benda tersebut. Sebagai contoh, jika ada speaker yang memiliki IP address dan terkoneksi internet di Amerika Serikat, kita dapat memerintahkan speaker tersebut untuk menyalakan musik walaupun kita berada di Indonesia. Yang kita perlukan hanyalah koneksi internet. Menakjubkan bukan? Lalu apa hubungannya dengan internet of things?
Setelah sebuah benda memiliki IP address dan terkoneksi dengan internet, pada benda tersebut juga dipasang sebuah sensor. Sensor pada benda memungkinkan benda tersebut memperoleh informasi yang dibutuhkan. Setelah memperoleh informasi, benda tersebut dapat mengolah informasi itu sendiri, bahkan berkomunikasi dengan benda-benda lain yang memiliki IP address dan terkoneksi dengan internet juga. Akan terjadi pertukaran informasi dalam komunikasi antara benda-benda tersebut. Setelah pengolahan informasi selesai, benda tersebut dapat bekerja dengan sendirinya, atau bahkan memerintahkan benda lain juga untuk ikut bekerja. Jadi, dalam internet of things manusia akan bertindak sebagai raja dan akan dilayani oleh benda-benda disekitarnya. Sangat menarik, bukan?

Aplikasi Internet of things
Beberapa tahun ke depan mungkin kita akan melihat bagaimana sensorsensor berkembang dan memengaruhi dunia. Akan banyak perusahaan yang menggunakan internet of things, dan ada yang mengembangkannya. Internet of things saat ini masih sangat baru dan masih bisa dikembangkan. Menurut McKinsey Global Institute, berikut ini beberapa contoh aplikasi internet of things yang telah ada dan dapat dikembangkan:

1. Pemantauan Jarak Jauh
Pemantauan jarak jauh adalah salah satu jenis internet of things yang paling sering ditemukan. Caranya adalah dengan meletakkan sensor pada suatu benda yang ingin kita pantau, dan sensor tersebut kita koneksikan dengan internet. Dengan demikian, kita dapat memperoleh apa saja yang kita butuhkan dari sensor, dan memantaunya dari jarak jauh dengan jaringan internet, bahkan bisa langsung kita pantau dari handphone kita.
Salah satu contohnya adalah FedEx’s SenseAware yang memungkinkan kita untuk memantau barang yang kita kirim sudah sampai mana dan bagaimana kondisinya. Kita hanya perlu  meletakkan perangkat ini ke dalam paket yang akan kita kirim. Perangkat ini meliputi sensor Global Positioning System (GPS), sensor temperatur, sensor cahaya, sensor kelembaban, dan sensor tekanan udara, yang dapat memberikan kita data secara spesifik bagaimana kondisi paket yang sedang kita kirim. Perangkat ini tentu sangat bermanfaat untuk perusahaan yang memiliki supply chain yang panjang dan kompleks.
Contoh lain dari pemantauan adalah untuk mengecek kesehatan fisik suatu sistem dan melaksanakan perawatan secara berkala. Di Amerika Serikat, sebuah jembatan di daerah Minneapolis sudah dipasang sensor. Sensor ini dilengkapi dengan pendeteksi tekanan dan kerusakan. Sensor ini akan mengingatkan pihak terkait untuk melaksanakan perawatan jembatan secara berkala. Apabila kerusakan jembatan sudah cukup besar, sensor akan memberikan notifikasi kepada pihak terkait untuk segera memperbaikinya. Hal ini tentu akan mengurangi kemungkinan runtuhnya jembatan, dan mengurangi angka kematian di daerah tersebut.
2. Optimasi Sistem
Selain untuk memantau, internet of things juga memungkinkan sebuah benda untuk melakukan optimasi terhadap dirinya sendiri. Benda dapat mengolah sendiri data yang diperoleh dari sensor pada dirinya, kemudian mengolah input tersebut untuk membuat keputusan. Hal ini sangat berguna bagi sistem yang sangat kompleks. Sebagai contoh di Mannheim, Jerman, sistem listrik menggunakan teknologi smart grid untuk mendeteksi apakah perbaikan yang dilakukan sudah
sempurna. Kalau belum, sistem akan menyarankan pelaksanaan perbaikan yang lebih baik lagi.
3. Kesehatan
Kategori internet of things ini bertujuan untuk membantu manusia memantau keadaan fisik mereka sendiri. Sistem ini membuat manusia bisa memantau kondisi kesehatannya seperti tekanan darah. Sistem ini juga bisa mengingatkan manusia untuk berolah raga atau melakukan aktivitas fisik. Selain itu, sistem ini juga bisa mengingatkan manusia untuk berobat ke dokter apabila ada kondisi fisik yang kurang baik. Salah satu contoh dari aplikasi pintar ini adalah Nike +. Jika kita membeli sepatu merek Nike yang memiliki sensor tersebut, kita bisa menghubungkannya dengan aplikasi Nike + pada handphone kita. Aplikasi tersebut dapat mengukur kecepatan lari dan jarak tempuh yang telah kita lewati dengan sepatu yang dihubungkan. Aplikasi ini bisa mengingatkan kita untuk berolah raga, sehingga kesehatan kita akan terjaga. Aplikasi ini juga bisa mengingatkan kapan sepatu kita perlu diganti, supaya olah raga kita bisa tetap maksimal dan mengurangi risiko kecelakaan saat berolah raga karena sepatu yang sudah tidak layak pakai.
Manfaat Internet of Things
Berikut beberapa manfaat teknologi IoT untuk berbagai sektor.
1.      Monitoring Lingkungan
IoT dapat berguna untuk “melihat” kondisi air secara real-time di waduk, irigasi bagi para petani untuk informasi debit air masih banyak atau tinggal sedikit, di laut sebagai mitigasi bencana ke para pelaut dan nelayan. Sehingga memudahkan para pelaku sektor real dalam mempertimbangkan kebutuhan mereka secara lebih tepat. Kebakaran hutan juga dapat di cegah dengan sistem pencegahan kebakaran yang ter-integrasi, dengan data laporan titik panas dari satelit yang terhubung langsung ke sistem penyemprotan air di titik lokasi kebakaran maka dapat lebih memungkinkan api di padamkan lebih cepat.
Perusahaan Air Minum juga dapat mengukur tingkat kualitas air yang akan di salurkan ke pelanggan sehingga dapat lebih meningkatkan kualitas pelayanan dan dapat mengukur kebutuhan kimia penjernih air.
2.      Pengelolaan Infrastruktur
Seperti kereta api, ‘IoT’ ini dapat dipakai untuk mendeteksi kondisi jalur kereta aman di lintasi atau tidak, sehingga dapat membuka tutup palang pintu kereta secara otomatis tanpa harus khawatir penjaga kereta sedang terlelap tidur. Demikian untuk lalu lintas jalanan, sistem pengalihan kemacetan dapat di mungkinkan. Artinya jika suatu jalan sedang macet, maka pengguna jalan yang dengan tujuan ke arah jalanan yang macet itu dapat di alihkan secara otomatis dengan sistem rambu otomatis, misal jika jalan arteri macet sedangkan jalan tol dalam kota kosong maka satu jalur di jalan tol dapat di gunakan secara gratis untuk pengendara jalan umum.
Untuk di pelabuhan, IoT dapat digunakan untuk manifest ribuan barang dalam satu kapal atau container, sehingga data manifest dapat lebih cepat tersedia. Dan sangat memungkin untuk sistem monitoring pelabuhan yang berguna baik untuk operator pelabuhan maupun untuk pengguna.
3.      Sensor Peralatan
Kebanyakan biaya konsumsi peralatan di pertambangan di ukur berdasar kapasitas dan pengalaman saja, dengan IoT perusahaan tambang dapat mengukur peralatan mana yang BBM nya sudah mau habis, berapa stok BBM di site, peralatan mana yang olinya harus di ganti, dan lain sebagainya sehingga dapat terukur secara cepat dan tepat. Hal ini sangat memungkinkan karena modul IoT dapat memberikan informasi langsung dari mesin atau peralatan di tambang.Demikian untuk di perkapalan, di pabrik industri dan juga tentunya di infrastruktur IT perkantoran modern. Tentunya teknologi ‘IoT’ sangat bermanfaat dalam mengawasi peralatan yang digunakan untuk operasional perusahaan agar kebutuhan-kebutuhan terhadap perangkat tersebut dapat lebih terukur dan optimal.
4.      Bidang Kesehatan
Kini peralatan kedokteran lebih dapat di hubungkan dengan internet sehingga lebih mudah dalam pengawasan, para dokter secara khusus dapat memantau kondisi pasien tanpa harus melakukan kunjungan ke kamar pasien tersebut. Sehingga biaya kunjungan dokter ke pasien dapat berkurang, bayangkan jika anda di rawat di rumah sakit dan tiap hari di kunjungi dokter hanya diberikan senyum atau di tempelkan tangannya ke jidat anda maka anda harus bayar Rp. 200.000 setiap ‘tindakan medis’ tersebut, tentunya hal tersebut sudah tidak diperlukan lagi jika rumah sakit diwajibkan melakukan sistem pengawasan pasien terpusat, cukup data pasien yang dapat mengarah kritis saja yang secara real-time dapat terus terpantau oleh para dokter bahkan saat mereka main golf sekalipun, sehingga tanggung jawab moril para dokter juga dapat di tingkatkan. Ini selaras dengan revolusi mental.
5.      Otomasi Gedung dan Perumahan
Internet of Things yang merambah pada pengguna elektorik rumahan dapat memudahkan orang untuk berbagai hal. Misal untuk yang paling boros listrik seperti AC split, jika anda lupa mematikannya maka biaya listrik berjalan terus bagaikan air terjun. dengan aplikasi home management maka anda dapat mematikan AC dan lampu di rumah anda atau menyalakannya kembali sebelum anda tiba di rumah. Gedung perkantoran dapat lebih mengoptimalkan seluruh fasilitas yang ada, baik untuk penghematan listrik maupun untuk pengendalian gedung terintegrasi. Sebagai contoh, gedung dengan multitenant dapat lebih meningkatkan keamanannya dengan sistem sidik jari untuk tamu, para tamu untuk kantor tertentu wajib memberikan sidik jarinya ke aplikasi undangan data ke kantor, sehingga ketika tamu kantor tersebut datang maka cukup tempelkan sidik jari maka mulai dari pintu gerbang gedung sampai lift mana yang akan di pakai sudah tersedia secara khusus.

Internet of Things dalam bidang Pendidikan 

Dengan diciptakannya ide inofatif tentang Internet of Things ini saya berinisiatif untuk mengembangkan Internet of Things dalam bidang pendidikan. Mengetahui para pengembang baru-baru ini mengembangkan ide inovatif tersebut untuk mempermudah kehidupan sehari-hari, kali ini saya ingin mengembangkannya dalam bidang pendidikan meskipun baru sebatas ide saja. Nantinya diharapkan  IoT dapat mempermudah akses pendidikan khususnya di Indonesia.
Internet of Things atau di singkat IoT, merupakan sebuah konsep yang bertujuan untuk memperluas manfaat dari konektivitas internet yang tersambung secara terus-menerus. Adapun kemampuannya seperti berbagi data, remote control, dan sebagainya, termasuk juga benda-benda di dunia nyata. Contohnya bahan pangan, elektronik, koleksi, peralatan apa saja, termasuk benda hidup yang semuanya tersambung ke jaringan lokal dan global melalui sensor yang tertanam dan selalu aktif.
Adapun tujuan dari adanya Internet of Things adalah agar memudahkan manusia dalam melakukan sesuatu, mempersingkat waktu, dan meringankan beban manusia dengan bantuan teknologi dan koneksi internet. Dengan mengikuti perkembangan teknologi yang semakin pesat inilah diharapkan Interet of Things dapat berkembang dengan baik untuk kemaslahatan manusia.
Cara Kerja Internet of Things yaitu dengan memanfaatkan sebuah argumentasi pemrograman yang tiap-tiap perintah argumennya menghasilkan sebuah interaksi antara sesama mesin yang terhubung secara otomatis tanpa campur tangan manusia dan dalam jarak berapa pun. Internet menjadi penghubung di antara kedua interaksi mesin tersebut, sementara manusia hanya bertugas sebagai pengatur dan pengawas secara langsung bekerjanya alat tersebut. Tantangan terbesar dalam mewujudkan Internet of Things ialah dengan menyusun jaringan komunikasinya sendiri, dimana jaringan tersebut sangatlah kompleks dan memerlukan sistem keamanan yang ketat.
Pandangan psikologi tentang Internet of Things mengacu pada dampak yang akan diperoleh. Bagaimanapun tingkah laku manusia pasti akan berpengaruh terhadap hasil implementasi Internet of Things begitupula sebaliknya. Psikologi memberikan tekanan pada pola tingkah laku pengguna (user) dalam menjalankan Internet of Things agar apa yang dilakukan tidak menyimpang UU ITE dan dampak negatifnya dapat diperkecil.
Sudah banyak sekali sekolah-sekolah yang menerapkan e-learning untuk siswanya. Namun untuk era digital seperti ini hal tersebut tidak akan cukup untuk meningkatkan produktifitas siswa dan gurunya. Contoh nyata lainnya seperti penjadwalan otomatis mata pelajaran disekolah, sistem akademik yang terkoneksi ke jaringan sehingga laporan hasil belajar siswa dapat dilihat dari rumah dengan mobile device. bahkan IoT di bidang pendidikan dapat membantu siswa mengurangi beban bawaanya dengan hanya membawa device yang mampu untuk mencukupi modul pelajaran. IoT sudah jelas memiliki banyak manfaat yang dapat membantu dan memudahkan kehidupan manusia, begitupula dalam bidang pendidikan. Untuk itu dukungan terwujudnya Internet of Things di Indonesia sangat dibutuhkan baik dari partisipasi juga kesadaran teknologi masyarakatnya baik para pelajar dan pendidiknya hingga masyarakat awan agar bisa lebih tertib secara sistem dan damai untuk terciptanya kemaslahatan masyarakat Indonesia khususnya.
Implementasi IoT dalam bidang pendidikan sudah banyak dilakukan oleh sekolah-sekolah di Indonesia. Salah satunya contohnya Universitas Negeri Semarang yang menerapkan kode batang atau barcode di dalam Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) untuk dapat mengidentifikasi pemiliknya dengan cepat. Contoh lainnya penerapan kode RFID (Radio Frequensi Identifity) yang ditempelkan sepatu pelari yang akan mengikuti lomba untuk mendeteksi pelari di garis finis. Transfer data RFID menggunakan gelombang radio, sehingga memudahkan penggunanya untuk mengetahui jumlah maupun keberadaan pelari tersebut.
Meskipun manfaat IoT sendiri sangat besar, namun dampak negatif yang ia timbulkan juga  perlu diwaspadai. Biaya yang mahal sering menjadi penyebab kegagalan yang berujung pada gagalnya produksi. Nantinya barang-barang yang diproduksi dan terhubung dengan internet akan lebih mudah diserang virus dan mudah dihack. Maka perlu diberikan keamanan yang sangat ketat apabila Internet of Things ini benar-benar diwujudkan, apalagi dalam bidang pendidikan, transparansi data sekolah pasti sangat tinggi dan akan banyak penyimpangan-penyimpangan yang dilakukan oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab. Dampak negatif juga akan melanda pelajar, bagaimanapun apabila pelajar dimudahkan pekerjaannya ia akan lebih bersantai ria dan bisa timbul rasa malas.

Saat inovasi seperti IoT menjadi bagian kehidupan manusia. Tak ayal wacana ini pun akan menjadi sebuah literasi. IoT sendiri menjadi bagian besar dari literasi digital, kemungkinan integrasinya ke dalam pendidikan pun potensial. IoT dalam pendidikan sendiri akan lebih kepada aplikasinya untuk menyokong pengajaran. Sama serupa CMD atau Computer-Mediated Learning yang saat ini diaplikasikan ke dalam kelas. IoT pun memiliki dinamika mendukung proses KBM.
Lalu seperti apa "bentuk" IoT nantinya ada di dalam kelas. IoT sendiri mengembangkan bentuk fisik teknologi untuk kehidupan manusia. Benda-benda ini terkoneksi dengan protokol wireless network sensor dalam satu infrastruktur yang rumit. Contoh sederhananya saat ini adalah lampu LED di ruang tamu yang bisa kita kontrol dengan HP kita. Atau sistem CCTV yang terkoneksi dengan gadget kita untuk rasa aman yang lebih. Kembali, bentuk IoT apa yang bisa digunakan dalam kelas?
Rocha, et.al 2006 sendiri memperkenalkan VAC atau Virtual Academic Communities. Ia menerapkan sistem dimana siswa berinteraksi dengan bentuk fisik komponen komputer di lab, mereka uji dengan network, dan difasilitasi oleh guru. Namun tentunya IoT sendiri akan datang dengan bentuk yang berbeda di tiap subjek/kelas/ranah. Dan pastinya hal ini perlu pengembangan dan spesifikasi targetnya sendiri.
Saya sendiri membayangkan pengajaran bahasa Inggris dalam konteks IoT akan lebih berwarna. Sederhanya, siswa akan berbicara dan bekonsultasi dengan "robot". Guru sendiri akan menjadi admin dalam interaksi. Saat ini pun "robot" itu bisa kita gunakan. Contohnya fitur voice search pada Google/Siri/Cortana pada HP kita. Ucapkan kata saat Google/Siri/Cortana dinyalakan dalam Bahasa Inggris. Jika pronunciation kita salah/kurang tepat maka hasil pencarian kita akan amburadul. 
Fitur HP seperti di atas mungkin sangat sederhana. Bagaimana jika IoT ini tidak sekedar voice recognition untuk English pronunciation kita. Saat ini sudah ada face recognition, error spelling check, dll di internet. Bisa jadi akan ada robot yang bisa menerjemahkan, mengkoreksi ucapan/tulisan, atau bahkan "active conversation". 
Guru sebagai admin/manajer dari kelas seperti memiliki beberapa tugas. Mengakumulasi learning analytic, yaitu melihat kemajuan siswa dari interaksi belajar dengan IoT. Menjaga materi pada bentuk synchronous (email/blog) dan asynchronous(chat/instant messaging). Dan pada akhirnya, gurulah yang menilai dan mengevalasi kegiatan belajar-mengajar dengan integrasi IoT.
Pada intinya, peluang ini ada dan potensial untuk diterapkan. Walau kendala infrastruktur, maintenance, security dan training untuk SDM-nya tetap ada, apalagi di Indonesia. IoT akan menjadi bagian hidup, dan pendidikan, di masa depan. Sebuah hal yang mungkin tidak bisa dihindari saat generasi milenial akan lebih "akrab" dengan teknologi. Pendidik yang terlalu konservatif dan kuno bisa jadi akan tetap ada. Namun akan lebih sulit mengenali teknologi yang ada untuk mendukung pengajaran.
IoT yang menjadi bagian literasi digital pun tak bisa lagi dipungkiri. Saat kita lebih terobsesi dengan sosial media dan gadget. Potensinya untuk mendukung pendidikan pun bukan tak mungkin. Walau paper-and-chalkboard adalah fondasi pedagogis pendidik. Memahami, mengaplikasikan, dan mengevaluasi teknologi dalam KBM pun menjadi peluang kemajuan. IoT pun akan menjadi salah satu peluang guru untuk memandang teknologi menjadi bagian pendidikan. Dan pada mindset kita, teknologi menjadi artefak kebudayaan generasi milenial saat ini.
berikut penjelasan tentang bagaimana proses IoT dalam dunia belajar :
Referensi :
Asthon, Kevin. That ‘Internet of Things’ Thing. RFID Journal, 2009.

Berdasarkan uraian diatas ditemukan permasalahan sebagai berikut
1.      Bagaimana pengaruh IoT ini dalam dunia pendidikan terkhusus pembelajaran Kimia?
2.      Jika kita sebagai pendidik, bentuk IoT apa yang bisa digunakan dalam kelas?
3.      Bisakah anda berikan contoh penerapan IoT dalam proses pembelajaran Kimia?

13 comments:

  1. Menjawab permasalahan kedua, Berdasarkan jurnal Dhika (2017) mengenai Penerapan Internet Of Things dalam Ruang Kelas menjelaskan bahwa banyak sekali peralatan yang sebenarnya dapat dipasangkan pada kelas sebagai ruang belajar pada mahasiswa, salah satu diantaranya adalah hal umum yang sudah ada yakni whiteboard, infocus atau proyektor, thermometer suhu ruang, air conditioner (AC), meja belajar dan kursinya. Seluruh peralatan ini dapat dipasangkan dengan sensor dan dan dapat berguna untuk kegiatan pembelajaran didalam kelas. Alat umum yang biasanya digunakan oleh seorang pengajar dalam menyampakan bahan ajar melalui whiteboard atau papan tulis putih. Saat ini implementasi IoT pada papan tulis putih dapat dikembangan dengan berbagai cara dimana konsep konvensional, dosen atau pengajar menulis di whiteboard lalu mahasiswa mencatat apa yang telah ditulis. Tentunya hal ini membutuhkan waktu atau proses yang lebih lama sebelum IoT memasuki pola pembelajaran dikelas. Jika IoT diterapkan dalam whiteboard maka yang terjadi adalah papan tulis, jika ditulis oleh dosen, akan dapat langsung memancarkan gelombang wifi yang akan tampil langsung hasilnya pada laptop mahasiswa atau pada handphone mahasiswa, tentunya tidak perlu mencatat ulang apa yang telah di tulis atau disampaikan oleh dosen. Seluruh percakapan tentang materi pembelajaran akan terekam dalam whiteboard dan dikemas dalam data serta akan terkirim melalui wifi atau internet dalam kelas ke handphone mahasiswa. Hal ini tentunya sangat memudahkan mahasiswa dan pengajar jika lupa atau perlu mempelajari kembali apa yang telah diajarkan atau disampaikan oleh dosen maka akan mudah mengingat hanya dengan melihat kembali materi atau video yang disampaikan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya setuju dengan pendapat rini bahwa memang ternyata semua yang ada di kelas termasuk whiteboard sdh merupakan IoT yang ternyata jika digunakan untuk menulis secara manual bisa menjelaskan secara detail namun menghabiskan waktu pemb, bisa juga digunakan sebagai layar untuk infomus yang bisa digunakan untyk menampilkan vudeo atau ppt pembelajaran

      Delete
  2. berdasarkan hal tersebut kita bisa membuat pembelajan kimia dengan memanfaatkan IOT seperti jam tangan yang memiliki sensor kesehatan terhadap gejala stress saat belajar, sehingga secara otomatis jam tersebut akan mengeluarkan bunyi untuk merilekskan otak kita dan juga hal ini bisa dipadukan dengan AI. Maka jam tersebut kita bisa memodifikasikan dengan menampilkan layar secara hologram, misal untuk mencari materi atau menentukan proyek kimia secara secara cepat dan tepat serta memberikan gambaran langsung terhadap proyek tersebut.

    ReplyDelete
  3. Menurut saya, penerapan IoT dalam pembelajaran kimia adalah digunakannya sarung tangan Lab yang dapat digunakan dalam proses praktikum. Jadi, sarung tangan safety mampu menganalisis jenis larutan yang tersentuh baik secara langsung atau tidak langsung (melalui sistem sensor IoT) dimana dapat mendeteksi nama dari jenis larutan, serta bahaya atau tidaknya larutan tsb dan menjelaskan manfaat dari larutannya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya sependapat dengan saudari Rifany yaitu "penerapan IoT dalam pembelajaran kimia adalah digunakannya sarung tangan Lab yang dapat digunakan dalam proses praktikum. Jadi, sarung tangan safety mampu menganalisis jenis larutan yang tersentuh baik secara langsung atau tidak langsung (melalui sistem sensor IoT) dimana dapat mendeteksi nama dari jenis larutan, serta bahaya atau tidaknya larutan tsb dan menjelaskan manfaat dari larutannya", ini merupakan salah satu inovasi yg dpat dibuat, masih bnyak lagi inovasi-inovasi yg nantinya mempermudah siswa dalam belajar.

      Delete
  4. Menanggapi permasalahan dian nomo 3 tentang contoh penerapan IoT dalam proses pembelajaran Kimia menurut saya Penerapan IOT dalam kimia meliputi beberapa hal yaitu penggunaan simulasi (animasi multimedia) dan laboratorium virtual, pelaksanaan pembelajaran menggunakan cara online (jarak jauh), penggunaan software pemodelan kimia, penggunaan sumber dan media lainnya seperti kamera digital, peralatan kimia sensor, e-mikroskop, dan sebagainya. Penggunaan IOT dalam pembelajaran kimia meliputi : penggunaan buku teks berbasis multimedia, penggunaan animasi yang menarik, dan aspek pengelolaan pelayanan IOT
    dengan penerapan IoT dalam pembelajran kimia diharapkan akan memberikan dampak positif yaitu:
    1. Sistem pembelajaran yang kompleks dapat disimulasikan.
    2. Kurikulum dapat dipusatkan pada permasalahan otentik, paralel dengan kehidupan nyata.
    3. Pemodelan dan visualisasi dapat digunakan untuk menjembatani antara pengalaman dan abstraksi.
    4. Topic-topik kontroversial dapat didiskusikan dengan para ahlinya di luar ruang kelas. Penggunaan IOT mampu meningkatkan motivasi belajar siswa.
    5. Meningkatkan perkembangan aspek kognitif.
    6. Memampukan pengalaman secara lebih luas, sehingga siswa dapat menghubungkan sains dengan pengalaman pribadi dan pengalaman nyata mereka,
    7. Meningkatkan manajemen diri siswa serta memampukan mereka untuk melacak tingkat kemajuan belajar, sehingga guru leluasa memusatkan perhatian pada hal-hal yang mendukung pembelajaran untuk memampukan para siswa, dan
    8. Memfasilitasi koleksi data dan presentasi data tersebut, sehingga dapat membantu siswa dalam memahami dan menginterpretasikan data tersebut.

    ReplyDelete
    Replies
    1. saya sependapat dengan fira bahwa akan muncul banyak sekali aplikasi atau alat yang dapat digunakan untuk membantu proses pembelajaran kimia berbasis IOT, belajar berbasis augmented virtual laboratory, dan lain sebagainya, namun perlu ditegaskan kembali bahwa penerapan IOT ini haruslah didukung dengan fasilitas sarana dan pra sarana yang memdai agar dapat diterapkan dan membuahkan hasil yang otimal sesui yang diharapkan

      Delete
  5. Pemanfaatan tekonologi informasi dan komunikasi dalam pendidikan mutlak dilakukan untuk menjawab permasalahan di bidang pendidikan terutama akses dan pemerataan serta mutu pendidikan. Kebijakan dan standarisasi mutu pendidikan menjadi pondasi yang harus dibangun untuk mendukung pendidikan berbasis TIK yang efektif dan efisien. Implementasi pendidikan berbasis TIK dapat dilakukan melalui model hybrid (dual system) yang mengkombinasikan pembelajaran klasikal (face 2 face) dengan belajar terbuka dan jarak jauh (on line). Sedangkan pembelajaran berbasis TIK dapat dilaksanakan secara lansung (syncronous learning) dan tidak langsung (asyncronous Learning). Hal ini tergantung dengan kondisi teknologi dan jaringan yang tersedia. Standarisasi dalam pemanfaatan TIK dalam pendidikan sangat penting untuk menjamin mutu proses dan hasil pendidikan.

    ReplyDelete
  6. menurut saya bentuk IoT dalam kelas yang bisa digunakan seperti CCTV. CCTV yang dapat dicek dimanapun dan kapan pun melalui jaringan internet. didunia pendidikan guru bisa menggunakan CCTV sebagai alat control seperti alat control didkusi yang terjadi antar siswa dikelas.

    ReplyDelete
    Replies
    1. sependapat dengan esa bahwa salah satu bentuk pemanfaatan IoT sederhana yaitu di dalam kelas yang bisa digunakan seperti CCTV. CCTV yang dapat dicek dimanapun dan kapan pun melalui jaringan internet. didunia pendidikan guru bisa menggunakan CCTV sebagai alat control seperti alat control didkusi yang terjadi antar siswa dikelas pada saat pembelajaran mandiri.

      Delete
  7. Saat ini pemanfaatan internet dalam dunia pendidikan terus dikembangkan agar pembelajaran yang dihasilkan mempunyai makna. Internet hendaknya dimanfaatkan dengan sehat, agar menciptakan sesuatu yang memang benar-benar bermanfaat. Berikut ini hal-hal yang dapat difasilitasi oleh adanya Internet: Discovery (penemuan), ini meliputi browsing dan pencarian informasi-informasi tertentu. Communication (komunikasi), Internet menyediakan jaringan komunikasi yang cepat dan murah dari mulai pesan-pesan yang berupa buletin sampai dengan pertukaran komunikasi yang bersifat kompleks antar atau inter-organisasi. Juga termasuk diantaranya transfer informasi (antar komputer) dan proses informasi. Adapun contoh-contoh media komunikasi yang utama seperti e-mail, chat group (percakapan secara berkelompok), dan newsgroup (gabungan kelompok yang bertukar berita). Collaboration (kolaborasi), seiring dengan semakin meningkatnya komunikasi, dan kolaborasi antar media elektronik baik itu antar individu maupun antar kelompok maka beberapa fasilitas canggih dan modern pun mulai digunakan dari mulai screen sharing sampai dengan teleconferencing. Kolaborasi juga meliputi jasa/pelayanan resource-sharing (pertukaran sumber-sumber informasi), yang menyediakan akses pada server-server yang sesuai dengan bidangnya masing-masing.
    Pemanfaatan internet dalam pembelajaran, antara lain dengan menciptakan pembelajaran berbasis web dan e-learning. Pembelajaran berbasis web yang populer dengan sebutan Web-Based Training (WBT) atau kadang disebut Web-Based Education (WEB) dapat didefinisikan sebagai aplikasi teknologi web dalam dunia pembelajaran untuk sebuah proses pendidikan. Secara sederhana dapat dikatakan bahwa semua pembelajaran dengan memanfaatkan teknologi Internet dan selama proses belajar dirasakan terjadi oleh yang mengikutinya maka kegiatan itu dapat disebut sebagai pembelajaran berbasis web. Kemudian yang ditawarkan oleh teknologi ini adalah kecepatan dan tidak terbatasnya pada tempat dan waktu untuk mrngakses informasi. Kegiatan belajar dapat dengan mudah dilakukan oleh peserta didik kapan saja dan di mana saja dirasakan aman oleh peserta didik tersebut. Batas ruang, jarak dan waktu tidak lagi menjadi masalah yang rumit untuk dipecahkan.

    ReplyDelete
  8. Bagaimana pengaruh IoT ini dalam dunia pendidikan terkhusus pembelajaran Kimia? sangat baik karna dgn bantuan IoT ini, siswa mendapatkan bahan bacaan yang lebih banyak, pengorganisasian kelas.

    bisa seperti penggunaan monitoring pada lab virtual atau penggunaan perangkat dalam mengorganisasikan laboratorium kimia.

    ReplyDelete
  9. Pemanfaatan IoT dalam pembelajaran, antara lain dengan menciptakan pembelajaran berbasis web dan e-learning. Pembelajaran berbasis web yang populer dengan sebutan Web-Based Training (WBT) atau kadang disebut Web-Based Education (WEB) dapat didefinisikan sebagai aplikasi teknologi web dalam dunia pembelajaran untuk sebuah proses pendidikan. Secara sederhana dapat dikatakan bahwa semua pembelajaran dengan memanfaatkan teknologi Internet dan selama proses belajar dirasakan terjadi oleh yang mengikutinya maka kegiatan itu dapat disebut sebagai pembelajaran berbasis web. Adapun contoh-contoh media komunikasi yang utama seperti e-mail, chat group (percakapan secara berkelompok), dan newsgroup (gabungan kelompok yang bertukar berita). Collaboration (kolaborasi), seiring dengan semakin meningkatnya komunikasi, dan kolaborasi antar media elektronik baik itu antar individu maupun antar kelompok maka beberapa fasilitas canggih dan modern pun mulai digunakan dari mulai screen sharing sampai dengan teleconferencing. Kolaborasi juga meliputi jasa/pelayanan resource-sharing (pertukaran sumber-sumber informasi), yang menyediakan akses pada server-server yang sesuai dengan bidangnya masing-masing. Tentunya hal ini membutuhkan waktu atau proses yang lebih lama sebelum IoT memasuki pola pembelajaran dikelas. Jika IoT diterapkan dalam whiteboard maka yang terjadi adalah papan tulis, jika ditulis oleh dosen, akan dapat langsung memancarkan gelombang wifi yang akan tampil langsung hasilnya pada laptop mahasiswa atau pada handphone mahasiswa, tentunya tidak perlu mencatat ulang apa yang telah di tulis atau disampaikan oleh dosen. Seluruh percakapan tentang materi pembelajaran akan terekam dalam whiteboard dan dikemas dalam data serta akan terkirim melalui wifi atau internet dalam kelas ke handphone mahasiswa. Hal ini tentunya sangat memudahkan mahasiswa dan pengajar jika lupa atau perlu mempelajari kembali apa yang telah diajarkan atau disampaikan oleh dosen maka akan mudah mengingat hanya dengan melihat kembali materi atau video yang disampaikan.

    ReplyDelete